Dari Kebersamaan Menjadi Nyata, OPSHID Bangun Rumah Syukur di Tanjung Priok
JAKARTA — Semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda dan momentum lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya diwujudkan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
OPSHID FKYME DPD Jakarta Utara bersama DPD Jakarta Pusat dan DPD Jakarta Barat membangun satu unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM) bagi keluarga Moch. Hadi (58), warga Jalan Papanggo Gang Mawar Nomor 39C, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pembangunan rumah tersebut diawali dengan peletakan batu syukur atau batu pertama pada Senin (21/9/2026).
Program pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina merupakan program tahunan OPSHID yang telah berjalan sejak 2008. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan pemberian rumah layak huni secara gratis kepada masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal yang layak.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan kemandirian, kebersamaan, dan semangat gotong royong anggota OPSHID serta warga Shiddiqiyyah dari tiga DPD di Jakarta.
"Program ini dijalankan satu komando dari pimpinan OPSHID FKYME, tanpa mengajukan proposal kepada pemerintah maupun lembaga mana pun," ujar Andi Junaidi, selaku PJ Media OPSHID.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat melalui kekuatan kebersamaan.
Ketua Panitia Pembangunan, Subekan, mengatakan pada tahun ini tiga DPD, yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat, bergotong royong membangun rumah bagi keluarga Moch. Hadi.
"Pada tahun ini tiga DPD membangun RSLHSFM untuk keluarga Bapak Moch. Hadi yang beralamat di Jalan Papanggo Gang Mawar Nomor 39C, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Semoga rumah yang dibangun ini tidak hanya menjadi wujud nyata bangunan yang layak dihuni, tetapi juga membawa manfaat, kebahagiaan, dan keberkahan bagi keluarga yang menempatinya," harap Subekan.
Ia menambahkan, pembangunan rumah tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong dapat diwujudkan dalam bentuk aksi sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui program RSLHSFM, OPSHID FKYME juga ingin menjadikan momentum Sumpah Pemuda tidak sekadar diperingati secara seremonial. Nilai persatuan dan gotong royong diwujudkan melalui kegiatan sosial yang konkret.
"Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata. Fakta bicara, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima," ujarnya.
Subekan menegaskan, pembangunan tersebut merupakan hasil perjuangan bersama yang dilandasi kebersamaan, gotong royong, dan doa.
"Dengan dasar perjuangan melalui kebersamaan, gotong royong, dan doa, diyakini program OPSHID ini dapat membawa Fatchan Mubiina atau kemenangan yang nyata," tutupnya. (*)
Penulis: Megy