DUMAI – Abdul Kadir Jailani, SH., resmi menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai periode 2026–2030. Ia bersama jajaran pengurus dilantik oleh Ketua KONI Provinsi Riau, Ir. Iskandar Hoesin, MH., dalam prosesi pelantikan yang digelar di salah satu hotel di Kota Dumai, Senin (28/9/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan KONI Dumai secara definitif setelah sebelumnya Abdul Kadir Jailani menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Dumai.

Kepengurusan periode 2026–2030 terbentuk melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) setelah masa kepemimpinan Agustiawan berakhir pada Juni 2026.

Pengukuhan kepengurusan baru tersebut mengacu pada Surat Keputusan (SK) KONI Provinsi Riau Nomor 36 Tahun 2026 tertanggal 8 September 2026. SK tersebut ditandatangani Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin dan Sekretaris Edi Satria di Pekanbaru.

Mengusung tema “Bersatu, Bersama, Juara” dengan subtema “Mewujudkan KONI Dumai yang Solid, Profesional dan Berprestasi”, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga Kota Dumai.

Usai dilantik, Ketua KONI Dumai Abdul Kadir Jailani menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

Pria yang akrab disapa AKJ itu mengatakan, kemajuan olahraga di Kota Dumai tidak dapat diwujudkan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kekompakan, kerja sama dan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Dumai dan sektor swasta.

“Dukungan Pemko Dumai dan swasta juga penting,” ujar AKJ.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik untuk menyatukan tekad dan bekerja secara maksimal dalam menjalankan program KONI Dumai selama masa kepengurusan.

Menurutnya, kebersamaan dan kekompakan di internal organisasi harus menjadi modal utama untuk meningkatkan pembinaan serta prestasi atlet Dumai di berbagai cabang olahraga.

Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Riau Iskandar Hoesin menekankan pentingnya sinergi antara KONI Dumai, Pemerintah Kota Dumai dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Menurut Iskandar, koordinasi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung pembinaan atlet serta pengembangan olahraga prestasi di daerah.

“Jadikan Dumai sebagai barometer olahraga di Riau!” tegas Iskandar Hoesin yang disambut tepuk tangan para tamu dan undangan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto mengatakan pelantikan kepengurusan secara definitif memiliki arti penting dalam memastikan roda organisasi berjalan lebih terarah.

Ia menilai, organisasi yang sehat harus ditopang program kerja yang realistis, terukur dan dapat diterapkan. Selain itu, kebersamaan dan kekompakan pengurus juga menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Organisasi yang sehat dan memiliki program yang realistis, terukur dan applicable tentu merupakan salah satu kunci keberhasilan. Selain faktor kebersamaan, kekompakan dan solid dalam berorganisasi. Dukungan dari pihak-pihak pemangku kepentingan sangat diperlukan,” kata Sugiyarto.

Berdasarkan SK KONI Riau Nomor 36 Tahun 2026, struktur inti KONI Dumai periode 2026–2030 terdiri atas Abdul Kadir Jailani sebagai ketua, Muhammad Ali Akbar sebagai sekretaris dan Aban Lee sebagai bendahara.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar olahraga yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai.

Setelah seminar, jajaran pengurus KONI Dumai mengikuti rapat kerja sebagai langkah awal menyusun sekaligus menetapkan arah program organisasi selama periode kepengurusan 2026–2030.

Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan KONI dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, unsur Forkopimda Kota Dumai, Ketua DPRD Dumai, serta perwakilan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang beroperasi di Kota Dumai.*** (red)