RIAU - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026 mendampingi lima usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan perikanan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Riau, pada 12–14 Oktober 2026. Rangkaian pembinaan mencakup kunjungan usaha, pelatihan dan praktik pemasaran digital, serta evaluasi yang dilanjutkan dengan kesepakatan pelaksanaan rencana aksi selama 30 hari.


Tim yang dipimpin Dr. Nimmi Zulbainarni mengawali kegiatan pada Senin (12/10) dengan mengunjungi Zayyan Homemade, Shanaya Food, Rendang Ikan Pak Ombak, Dapoer D’Family DaiDilDi, dan PT Sedap Molex Nusantara. Kelima usaha tersebut mengembangkan beragam olahan ikan, mulai dari sarden dan abon, siomay serta Sotindang (bakso patin kuah udang), rendang ikan, sambal ikan salai patin suwir, hingga kecap ikan patin.


Melalui dialog langsung dengan pemilik usaha, tim mengenali kebutuhan pengembangan produk dan pemasaran masing-masing UMKM. Persoalan yang dibahas mencakup pengiriman produk beku, kesesuaian kemasan, serta pengelolaan promosi di tengah keterbatasan tenaga dan waktu. Temuan kunjungan menjadi bahan untuk menyesuaikan pembinaan dengan kondisi usaha peserta.

“Selama ini memang saya pegang saja, saya belum punya tim,” ujar Innayah Umnihanie, pengelola Shanaya Food, ketika menjelaskan pengelolaan media sosial usahanya.


Pengalaman tersebut menggambarkan kebutuhan pembagian pekerjaan agar kegiatan pemasaran dapat berjalan bersama operasional usaha sehari-hari.

Pembinaan berlanjut pada Selasa (13/10) melalui pelatihan yang dibuka oleh Dr. Nimmi Zulbainarni. Sebelum menerima materi, peserta mengerjakan pre-test untuk memetakan pemahaman awal. Lima materi yang dibahas meliputi branding dan nilai jual produk, produk dan kemasan, marketplace dan toko digital, strategi konten, serta live commerce dan live selling.


Latihan diarahkan pada produk masing-masing usaha. Peserta menggunakan Brand Canvas untuk merumuskan konsumen sasaran dan pembeda produk, memeriksa kemasan serta label, dan meninjau informasi pada katalog digital. Pada sesi konten, peserta berlatih mengembangkan ide dari pertanyaan pelanggan dan menyusun caption dengan ajakan yang jelas. Latihan live selling membahas presentasi produk, demonstrasi, serta respons terhadap pertanyaan calon pembeli.


Setelah rangkaian pemaparan dan praktik, peserta melanjutkan pengerjaan lembar kerja, kemudian mengikuti post-test. Kedua tes masing-masing menggunakan 15 soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan 15 menit. Menjelang akhir hari kedua, Dr. Suhendi memberikan rangkuman materi sekaligus membahas kembali kebutuhan UMKM sebagai bahan pendampingan lanjutan.


Pada Rabu (14/10), Dr. Nimmi Zulbainarni membahas hasil evaluasi peserta. Rekapitulasi tes mencakup lima peserta yang masing-masing mewakili satu UMKM. Rata-rata nilai pre-test dan post-test sama-sama 93,3 pada skala 0–100. Pemahaman awal pada materi yang diuji sudah tinggi, sementara rata-rata keseluruhan belum mengalami kenaikan. Penguatan berikutnya diarahkan pada penerapan materi, terutama kejelasan ajakan pemesanan, kesiapan live selling, dan keakuratan informasi stok.


Tim juga melakukan review sementara terhadap lembar kerja yang baru terisi sebagian. Masukan berfokus pada jawaban yang sudah tersedia, termasuk kejelasan nilai jual, konsistensi informasi produk, dan bukti pendukung. Peserta diarahkan melengkapi data serta menyempurnakan isian agar prioritas perbaikan dapat ditetapkan sesuai kebutuhan usaha. Catatan review akan diperbarui setelah informasi lebih lengkap.


Sebagai tindak lanjut, kelima UMKM menandatangani surat perjanjian komitmen pelaksanaan rencana aksi selama 30 hari. Peserta berkomitmen menyampaikan perkembangan setiap minggu melalui kanal yang disepakati, disertai bukti kegiatan, kendala, dan kebutuhan bantuan. Tim Dospulkam akan memberikan arahan, umpan balik, serta pemantauan sesuai mekanisme pendampingan yang disepakati.


Evaluasi lanjutan akan meninjau pelaksanaan rencana aksi dan bukti kemajuan setiap usaha. Output beserta bukti pendukung dikumpulkan paling lambat 14 November 2026. Langkah, target, atau jadwal dapat dibahas dan disesuaikan bersama apabila peserta menghadapi kendala dalam penerapannya.


Penutupan rangkaian kegiatan turut diisi sambutan para mitra, yakni Dr. T. Ersti Yulika Sari, S.Pi., M.Si. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau serta Ibu Alfa Frisa Septania dan Dr. Nila Resmita dari Asia Small Business Federation (ASBF) Regional Riau.


Kegiatan ditutup oleh Dr. Nimmi Zulbainarni, dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata Sekolah Bisnis IPB University kepada para mitra dan foto bersama. Hasil evaluasi serta catatan perbaikan menjadi acuan pendampingan setelah kegiatan untuk meninjau penerapan materi dalam usaha masing-masing UMKM.***