SD Angkasa Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Gerakan Pilah dan Olah Sampah, Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan
PEKANBARU – Dalam upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini, Sekolah Dasar (SD) Angkasa Lanud Roesmin Nurjadin menggelar kegiatan Gerakan Pilah dan Olah Sampah di Sekolah yang dipandu oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, disertai demonstrasi pembuatan lubang biopori. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Aula SD Angkasa Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., Ketua Yasarini Cabang Lanud Roesmin Nurjadin Ny. Astrid Abdul Haris, Kepala Sekolah SD Angkasa Lanud Roesmin Nurjadin, para guru, serta seluruh siswa SD Angkasa. Hadir pula perwakilan DLHK Kota Pekanbaru, Emma Urina Silalahi, S.E., Staf Sekretariat DLHK Kota Pekanbaru, Syarifah Eka Misnita dari Bidang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan, beserta tim.
Dalam sambutannya, Danlanud Roesmin Nurjadin menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun sejak dini melalui pendidikan dan pembiasaan yang berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Anak-anak perlu memahami bahwa bumi kita semakin terbebani oleh sampah yang terus bertambah setiap hari. Oleh karena itu, kita harus belajar mengelola sampah dengan baik dan benar, bukan sekadar membakarnya yang dapat menimbulkan polusi. Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat menjadi pelopor kebersihan dan agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Danlanud.
Danlanud Ran juga mengajak para siswa untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah maupun sekolah, sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan DLHK Kota Pekanbaru, Syarifah Eka Misnita, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SD Angkasa Lanud Roesmin Nurjadin yang telah memberikan ruang edukasi lingkungan bagi para siswa. Menurutnya, pembentukan karakter peduli lingkungan harus dimulai sejak usia sekolah dasar agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan memahami cara memilah dan mengelola sampah sejak dini, mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif bertanya, serta berpartisipasi dalam praktik yang diberikan.***
Editor : ERICK
