Prof. Iwantono Dorong UNRI Jadi Pusat AI Riau Lewat Pilar Pendidikan Berkualitas Berbasis Riset dan Teknologi
PEKANBARU – Calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030, Prof. Iwantono, menjadikan “Pendidikan Tinggi Berkualitas Berbasis Riset dan Teknologi” sebagai pilar pertama dari Tujuh Pilar Keunggulan Penopang Balai Peradaban UNRI. (4/6)
Melalui pilar ini, Prof. Iwantono akan mendorong seluruh dosen peneliti UNRI untuk tidak berhenti di publikasi jurnal. Targetnya: menciptakan dan memproduksi teknologi berbasis _Artificial Intelligence_ langsung dari hasil riset sebagai keunggulan khas UNRI.
“Para peneliti kami punya peluang besar untuk leading di bidang AI. Kami minta dosen fokus pada bidang keahlian masing-masing dengan riset berkelanjutan sampai menghasilkan produk yang benar-benar menjawab kebutuhan industri, pemerintah, dan dunia pendidikan,” ujar Prof. Iwantono.
*AI untuk Industri Strategis Riau & Nasional*
UNRI akan memfokuskan pengembangan aplikasi AI untuk sektor-sektor unggulan Riau dan Indonesia: perkebunan & pengolahan sawit, perminyakan, industri kertas, pertambangan, hingga UMKM. Produk AI karya sivitas UNRI juga akan diarahkan untuk mendukung program Pemerintah Daerah, Kementerian, serta prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran di berbagai lini.
*Pembelajaran Gen-AI untuk Lulusan Berdaya Saing Global*
Di sisi pembelajaran, Prof. Iwantono akan menerapkan proses belajar berbasis _Generative Artificial Intelligence_. Model ini diharapkan mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing nasional-internasional, sekaligus meringankan beban administratif dosen agar lebih fokus pada kualitas ajar, riset, dan pengabdian masyarakat. Tujuannya: melahirkan lebih banyak dosen dengan kualifikasi unggul di tingkat nasional dan internasional, serta mendongkrak peringkat UNRI.
*Hilirisasi Riset Jadi Mesin Income Generating*
Dengan mendorong hilirisasi hasil riset dan pembelajaran berbasis AI, Prof. Iwantono optimis UNRI akan semakin unggul sesuai visi-misi kampus dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian. Skema kerjasama riset, pengembangan produk, dan lisensi aplikasi AI dengan industri, perusahaan, institusi pemerintah, dunia pendidikan, serta UMKM juga diproyeksikan menjadi sumber _income generating_ baru bagi UNRI.
“Ini bukan sekadar wacana. UNRI harus jadi solusi. Dari laboratorium ke industri, dari kelas ke masyarakat. Itu cara kami membangun balai peradaban,” tegasnya.***
Editor : ERICK
