Sosialisasi K3 Pelindo Dumai Tekankan Pentingnya Jarak Aman Operasional
PANTAUNEWSS.COM – Dalam upaya memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Dumai berkolaborasi dengan PT Pelindo Multi Terminal Branch Dumai menyelenggarakan Sosialisasi Penguatan K3 terkait risiko blind spot, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pekerja, operator alat berat, pengemudi kendaraan operasional, tenaga alih daya, serta para pemangku kepentingan yang beraktivitas di area pelabuhan. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran insan pelabuhan terhadap bahaya blind spot yang berpotensi memicu kecelakaan kerja apabila tidak dikelola secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, SME HSSE Pelindo Regional 1, Efinoldi Can, memaparkan materi terkait karakteristik blind spot pada kendaraan dan alat berat, potensi risiko yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang harus diterapkan selama aktivitas operasional berlangsung.
Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga diberikan contoh kasus serta simulasi langsung untuk memperlihatkan area yang tidak dapat terjangkau pandangan operator. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga jarak aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peningkatan komunikasi dan koordinasi saat bekerja di sekitar alat dan kendaraan operasional.
Selain itu, SME HSSE Pelindo Regional 1, dr. Syafril Armansyah, turut memberikan demonstrasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) serta penanganan korban sebagai langkah respons cepat dalam situasi darurat.
Mewakili manajemen Pelindo Regional 1 Dumai, Manager Sistem Manajemen, Hardi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional pelabuhan. Penguatan pemahaman terhadap risiko blind spot menjadi langkah preventif penting guna menekan potensi kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan memahami risiko blind spot dan menerapkan prosedur kerja yang aman, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan serta mewujudkan operasional pelabuhan yang selamat, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Hardi.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 1 Dumai berharap seluruh pekerja dan pengguna jasa pelabuhan semakin meningkatkan kepedulian terhadap aspek keselamatan, sehingga budaya K3 dapat terimplementasi secara konsisten dalam setiap aktivitas kerja.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pelindo Group dalam menginternalisasi budaya K3 yang unggul di lingkungan kerja. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan bagi pekerja yang belum berkesempatan mengikuti sosialisasi ini. *** (adv/red)
