PEKANBARU - Upaya terpadu dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus menunjukkan hasil positif. Sinergi seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, khususnya melalui operasi udara yang meliputi pemantauan fire spot, patroli udara, pemadaman dengan helikopter water bombing, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), turut berperan dalam menekan kemunculan titik api di sejumlah wilayah Riau.


Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan briefing penerbangan bagi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi udara. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.Maritime.Pol., M.M.O.A.S., selaku Komandan Satuan Tugas Udara (Dansatgasud) Karhutla Riau, bersama Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andri Setiawan, S.T., M.M.O.A.S., Rabu (2/9/2026).


Dalam pelaksanaan operasi, unsur udara memiliki peran strategis dalam memberikan gambaran situasi terkini di lapangan. Melalui pemantauan dari udara, indikasi munculnya titik panas dapat dideteksi lebih awal sehingga segera dikoordinasikan dengan Satgas Darat untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.


Selain pemantauan, operasi udara juga diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman di lokasi karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan dari udara tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.


Di sisi lain, dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga menjadi bagian dari strategi terpadu dalam penanggulangan karhutla. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah yang membutuhkan sehingga dapat mendukung proses pemadaman dan menekan potensi munculnya kembali titik api.


Peran aktif Satgas Udara tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, kesiapsiagaan tinggi, serta sinergi antarpihak. Kecepatan dalam mendeteksi fire spot, menentukan sasaran, mengerahkan unsur udara, hingga melaksanakan pemadaman menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.


Sebagai Dansatgasud Karhutla Riau, Danlanud Rsn menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara akan terus menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.


Dengan sinergi dan kolaborasi yang terus diperkuat, upaya Satgas Karhutla diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan fire spot sekaligus mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.***