Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama, Pelindo Dumai Perkuat Kompetensi 70 TKBM
DUMAI — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Multi Terminal (PMT) Branch Dumai kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan. Sebanyak 70 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Dumai mengikuti kegiatan Safety Induction Batch 3 yang digelar di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Deputy Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Branch Dumai PT Pelindo Multi Terminal. Safety Induction menjadi bagian penting dari upaya Pelindo memastikan setiap tenaga kerja maupun mitra kerja yang beraktivitas di kawasan pelabuhan memahami dan menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai ketentuan keselamatan kerja, tata tertib dan prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan, potensi bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga kewaspadaan terhadap risiko blind spot yang dapat muncul selama aktivitas bongkar muat berlangsung.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri, rekan kerja, fasilitas, serta lingkungan kerja di kawasan operasional pelabuhan.
Deputy Branch Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi Branch Dumai PT Pelindo Multi Terminal menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan.
Karena itu, setiap tenaga kerja yang menjalankan aktivitas di lingkungan pelabuhan dituntut memiliki pemahaman yang memadai terhadap prosedur keselamatan serta menjadikan aspek K3 sebagai prioritas dalam setiap pekerjaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional. Melalui Safety Induction ini, kami berharap seluruh tenaga kerja dapat memahami risiko pekerjaan dan menjalankan aktivitas sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kegiatan Safety Induction Batch 3 diikuti secara antusias oleh 70 TKBM Pelabuhan Dumai. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam 10 batch, sehingga seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas operasional pelabuhan mendapatkan pemahaman dan standar keselamatan yang sama.
Pelaksanaan program secara berkelanjutan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran tenaga kerja terhadap potensi risiko kecelakaan sekaligus memperkuat budaya kerja yang mengedepankan keselamatan.
Melalui Safety Induction, Pelindo Multi Terminal Branch Dumai menegaskan bahwa penerapan prinsip “Safety First” bukan sekadar prosedur, melainkan bagian integral dari setiap aktivitas operasional.
Dengan meningkatnya pemahaman dan kepatuhan terhadap standar K3, lingkungan kerja di kawasan Pelabuhan Dumai diharapkan semakin aman, tertib, produktif, dan mampu mendukung kelancaran kegiatan operasional kepelabuhanan. (adv/red)
