Februari 15, 2026

PantauNewss.com

Aktual &Terpercaya

Anggota DPRD Dumai Hasrizal “Semprot” Acara di Hotel Mewah, Isyarat Konflik Internal?

Anggota DPRD Dumai Hasrizal (kiri) dan Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi (kanan)

PANTAUNEWSS.COM — Kegiatan temu ramah antara pimpinan dan anggota DPRD Kota Dumai bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala OPD se-Kota Dumai menuai polemik publik. Acara tersebut digelar di Hotel The Zuri Dumai, tepatnya di ZOT Lounge lantai 12, pada Jumat (13/2/2026).

Sorotan bermula dari beredarnya undangan resmi kegiatan tertanggal 9 Februari 2026 yang ditandatangani Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi. Pemilihan hotel berbintang sebagai lokasi acara dinilai sebagian warganet tidak mencerminkan semangat efisiensi anggaran yang tengah digaungkan pemerintah.

Kritik semakin menguat setelah sebuah unggahan di Facebook oleh akun @Belalang di grup @Dumai Kompak dengan judul “Efisiensi Anggaran dalam Seremoni..!” menjadi perbincangan luas. Menariknya, salah satu anggota DPRD Dumai, Hasrizal, turut meninggalkan komentar bernada kritik pada Sabtu (14/2/2026).

Melalui akun @Hasrizal Dumai, legislator lima periode tersebut menulis, “Itu namanya rapek mancik2 kata orang sana (pemborosan), dalam hal ini itu bukan program kerja DPRD.”

Komentar itu kemudian memantik diskusi lanjutan dan memperkuat persepsi publik bahwa kegiatan tersebut dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas.

Sejumlah warganet lain juga menyampaikan kritik tajam. Mereka menilai penggunaan fasilitas hotel mewah kurang sensitif terhadap kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi isu efisiensi anggaran dan tunda bayar.

Beberapa komentar yang beredar di antaranya:

@wan Alfiyendri: alangkah eloknyo gedung2 yg ado digunokan. ni asik meyewa2 ajo.

@Dipo Aprian: Cuma temu ramah, urgensi nya apa sampai nyewa ballroom hotel paling mahal di Dumai?

@Ardi: Kami yg melih mereka kenapo tdk di undang, kan kami kepalo dan mereka wakil nyo.

@Ibnu Zzayn Alfadaani: Pakailah gedung milik Pemda yang ada tu. Bijaklah menggunakan uang rakyat, karena nanti di akhirat akan dipertanggungjawabkan.

Di tengah kritik tersebut, publik juga menyoroti kedekatan politik antara Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi dengan Wali Kota Dumai H. Paisal yang sama-sama berasal dari Partai NasDem. Sebagian komentar warganet menduga kegiatan ini mencerminkan kurangnya kepekaan elite terhadap situasi fiskal daerah, meski hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait sumber anggaran maupun urgensi penyelenggaraan acara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD maupun Pemerintah Kota Dumai terkait polemik yang berkembang. Publik kini menanti klarifikasi, terutama menyangkut komitmen pejabat daerah dalam menerapkan prinsip efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran. *** (red)

 

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *