Polda Riau Dan Gakkum LHK Harap lebih Serius, Tangkap Bos Pembalakan Liar Di Kerumutan dan Teluk Meranti !
PEKANBARU – Hitungan hari Polda Riau mengamankan dua unit mobil pengangkut kayu olahan diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan kabupaten Pelalawan provinsi Riau, Ilegal Logging tersebut kini Beroperasi kembali. (9/2)
Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi awak media serta laporan dan informasi yang di berikan warga, yang tidak mau di sebutkan namanya, Minggu 08 Februari 2026 terpantau 2 unit mobil Coldiesel Berwarna kuning dan satu unit mobil Toyota Dutro kepala merah keluar dari pelabuhan Dusun Satu Kapau Kerumutan, diduga bermuatan kayu olahan ilegal logging hasil pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan.
Tak sampai hanya di situ awak media coba menelusuri aliran sungai Kerumutan, tampak tumpukan kayu sudah siap di tarik dan akan di bawa ke tepi Pelabuhan Dusun Satu Kapau Kerumutan dan diduga kuat akan di muat di malam hari.
Publik Mendesak agar aparat penegak hukum khususnya Polda Riau dan Gakkum LHK Sumatera Seksi Dua Wilayah Riau untuk menindak tegas pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan dan teluk Meranti.
Jangan biarkan perusak hutan dan lingkungan Merajalela dan membabat hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan dan teluk Meranti.
Masyarakat meminta keseriusan dari aparat penegak hukum baik Polda Riau dan Gakkum LHK Sumatera Seksi II wilayah Riau untuk tangkap Bos Cukong dan pemodal pelaku pembalakan liar di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa Kerumutan dan teluk Meranti.
Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan lingkungan demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Karena hutan bukan hanya tempat hidupnya satwa akan tetapi harapan bagi masa depan alam dan manusia, jika hutan rusak sama hal nya merusak ekosistem hutan dan lingkungan.
Terkait pemberitaan ini belum ada klarifikasi resmi dari Instansi terkait, Redaksi membuka ruang untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan ini.***
Editor : ERICK
